Ini Saran Untuk Pelaku Usaha Jalankan Bisnis Di Tengah Pandemi Corona

Metode dalam Penelitian ini menggunakan studi empiris dengan pendekatan kualitatif. Hasil dalam Penelitian ini menunjukkan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah terdampak sangat besar dengan adanya pandemi Covid 19. Namun demikian, Usaha Mikro Kecil dan Menengah mendapat perhatian khusus dari pemerintah sehingga dapat membantu permasalahan yang dialami UMKM.

Strategi bisnis dimasa pandemi

Pandemi COVID-19 yang menyerang dunia, termasuk Indonesia, mengubah kebiasaan dan gaya hidup masyarakat. Sesuai dengan anjuran pemerintah, masyarakat melakukan social distancing di mana masyarakat dihimbau untuk tidak pergi ke tempat yang ramai dan selalu menjaga jarak aman. Akhirnya, pusat perbelanjaan ditutup, masyarakat sudah beraktivitas dari rumah, permintaan menurun, dan kebanyakan bisnis tidak dapat beroperasi seperti biasanya.

Sedangkan menurut survei Asian Development Bank juga menyatakan UMKM yang berhenti seketika karena terdampak Covid-19 whole forty eight,four persen dari sixty two juta UMKM yang ada. Berdasarkan fakta yang sudah ada, telah membuktikan untuk UMKM sanggup bertahan ketika perekonomian Indonesia dihantam badai krisis. Dalam masa pandemi saat ini, UMKM mempunyai peran dalam agen kebangkitan Indonesia dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pemilik bisnis Ayam Goreng Nelongso, Nanang Suherman memaparkan bila modal awalnya hanya Rp500 ribu. Menu yang dihadirkan hanya satu jenis, dengan menu andalan paket nasi ayam dengan harga Rp5 ribu.

Beberapa contohnya seperti cara kerja bisnis Kamu, platform penjualan, serta cara promosi. Selain itu, Kamu pun bisa mengembangkan usaha melalui kemitraan dengan pelaku usaha lain. Sekalipun terdapat pembatasan sosial yang membuat daya beli pelanggan menurun, pada kenyataannya kita tetap bisa mendapatkan kesempatan baru untuk berbisnis pada masa krisis ini. Sebagai contoh, kita tidak bisa membuka toko kita seperti biasanya karena harus menekan resiko penyebaran virus.

Pemasaran merupakan poin penting yang menjadi inti dari aktivitas bisnismu yang berkaitan dengan bagaimana cara kamu memasarkan produkmu secara efektif agar dikenal oleh pelanggan sehingga produkmu dapat terjual. Dalam pelaksanaannya, pemasaran membutuhkan perencanaan dan adaptasi mengikuti perubahan zaman. Sebagai pemilik bisnis, kamu perlu mengikuti tren keadaan dan teknologi saat ini agar kamu dapat selalu memasarkan produk mu secara updated sehingga nantinya pelanggan dapat mengetahui dan tertarik dengan produk yang kamu jual.

Seperti yang dilakukan fashion brand, Emoline untuk mempertahankan bisnisnya saat pandemi seperti saat ini. Selain itu, Yuddy mengatakan, bank bjb juga memiliki komitmen tinggi dalam berpartisipasi memulihkan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19 dan setelahnya. Hal ini terbukti dari penyaluran dana Penempatan UangNegara yang sudah berhasil dilakukan selama dua periode. Meski demikian, Agus menyatakan bahwa dunia perbankan tetap memilki tantangan tersendiri untuk terus dapat survive dan bahkan bertumbuh positif selama pandemi Covid-19 berlangsung. “Konten kreatif ini penting sekali untuk menarik masyarakat agar membeli produk UMKM, maka dari itu kita punya program pelatihan pembuatan konten-konten kreatif,” kata Sandiaga.

Jakarta – GM Finance Nissin Foods Indonesia Sri Karmini mengatakan masa pandemi melahirkan peluang bagi perusahaan mie instan untuk menggali strategi pemasaran yang lebih kreatif dan menyentuh masyarakat. Situasi pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal, terutama di bidang ekonomi. Akibatnya, banyak bisnis di sektor casual, termasuk Usaha Kecil Menengah dan UMKM terkena dampaknya. Strategi advertising yang diterapkan perlu disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Terakhir, sudah saatnya untuk beranjak dari strategi pemasaran secara offline menuju online dengan memanfaatkan digital marketing. Gunakan platform periklanan, seperti Google dan sosial media yang mendukung bisnis Anda secara on-line. Tidak hanya itu, inovasi produk atau jasa juga sangat perlu dilakukan sebagai strategi bisnis untuk menyesuaikan dengan perkembangan terkini. Seperti yang dilakukan Grab dengan menawarkan Grab Protect yang merupakan layanan menjamin penerapan protokol kesehatan driver di tengah masa pandemi seperti ini. Oleh sebab itu, penting sekali bagi seorang pebisnis untuk selalu peka dengan kondisi perkembangan lingkungannya. Ya, setiap bisnis tentu punya caranya masing-masing dalam melakukan pendekatan pada konsumen atau target audiensnya.

“Kolaborasi tersebut dapat dibangun dengan memberikan persentase saham dari keuntungan bisnis. Para kreator konten ini dapat menjadi salah satu kanal pemasaran yang efektif, dalam meningkatkan brand consciousness,” jelas Fellexandro. Ia menambahkan juga bila kesuksesan sebuah bisnis tak lepas dari soft talent yang mumpuni, dan setiap keterampilan bisa dipelajari serta dikuasai selama terus ingin belajar. Salah satunya adalah dengan fokus melakukan digitalisasi bisnis melalui layanan digitalbanking. Edukasi untuk merubah pola hidup sehat, selalu patuh protokol kesehatan dimanapun, tidak hanya saat kerja tapi juga diluar jam kerja, dan mengingatkan bahwa tetap harus menjaga kesehatan diri masing-masing.